Jumat, 24 Mei 2019

Senja di Bukit Paralayang

Sunset

Pantai Parangtritis (Paris) merupakan salah satu objek wisata Jogja yang sudah terkenal. Di Paris, para pengunjung dapat menikmati deburan ombak dan memanjakan mata apalagi ketika waktu matahari terbenam tiba. Menghabiskan waktu bersama teman, pasangan, maupun selingkuhan keluarga di Paris sudah menjadi hal yang mungkin bisa dikatakan semua orang Jogja sudah pernah melakukannya. Namun, apakah kalian sudah pernah menikmati Paris dari ketinggian? Jika belum, perkenalkan objek wisata yang tepat berada di atas Paris yakni Bukit Paralayang, Watugupit.

Tempat wisata ini boleh dibilang relatif lebih sepi dibanding Paris sendiri, akan tetapi jangan pernah menyepelekan pemandangan yang ditawarkan dari bukit ini. Melihat ombak bergulung dan orang-orang bermain air di pantai merupakan suatu kenikmatan tersendiri, apalagi ketika waktu sunset tiba. Warna oranye kebiruan yang dipadu dengan ombak-ombak yang mulai pasang membuat tempat ini sangat spesial. Lebih spesial lagi apabila kita memandang pemandangan tersebut dengan sepiring mendoan hangat dan kopi yang dijual di kawasan tersebut. Harga makanan dan minuman disini dapat dibilang cukup terjangkau apalagi untuk mahasiswa yang jadi langganan utang di burjo langganan. Fasilitas di tempat ini juga cukup memadai dengan adanya toilet yang bersih, mushola yang tidak terlalu sempit, dan parkiran yang luas.

Harga terjangkau
Untuk mencapai Bukit Paralayang ini, kalian dikenakan biaya retribusi sebesar 5 ribu rupiah dan untuk parkirnya sendiri dikenakan biaya 3 ribu rupiah untuk motor, sedangkan untuk mobil dikenakan biaya 10 ribu rupiah. Bagi kalian yang membawa motor, kalian harus memastikan bisa melewati jalan yang cukup curam dimana kebanyakan wisatawan (yang umumnya perempuan) tampak kesulitan waktu naik ke atas dan tampak ketakutan ketika turun ke bawah. Boleh dikatakan, sudah cukup banyak wisatawan yang terjatuh saat mencoba mencapai Bukit Paralayang maupun meninggalkannya. Harap diingat, jatuh di aspal tidak seindah jatuh cinta. Jadi, harap berhati-hati ya!

Nah tunggu apalagi, yuk kunjungi dan saksikan sendiri sunset di Bukit Paralayang dimana kalian akan merasakan pengalaman yang berbeda dalam menikmati momen matahari tenggelam! Oiya, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan disana ya, karena kebersihan itu ditentukan petugasnya sebagian dari iman! 

Read More

Senin, 20 Mei 2019

Selayang Pandang


Beberapa hari terakhir, suasana hatiku sedang tidak karuan. Semua hal yang kutakutkan tiba-tiba datang secara serentak. Dalam kondisi yang tidak siap, aku diharuskan menerima kenyataan. Dia tidak akan kembali lagi padaku, begitu katanya. Sakit hati? Tentu. Siapa yang tak sakit hati mendengarnya apalagi dari orang yang sudah bersamamu selama ini. Memori-memori yang sudah dibuat perlahan muncul kembali ke permukaan. Baik memori baik maupun buruk selalu terlintas dan merasuk ke dalam pikiran. Apalagi ditambah fakta bahwa otak diciptakan untuk mengingat, bukan untuk melupakan membuatku harus memilih langkah selanjutnya. Pilihanku hanya dua, bertahan atau mulai beranjak pergi. Dari kedua pilihan tersebut, aku memilih pilihan terakhir, pergi.

"Semua orang akan bangkit, tentu saja. Hanya masalah menentukan pilihan untuk sembuh secara cepat, atau perlahan-lahan."

Yang harus kuingat saat ini adalah manusia diciptakan dengan sepasang kaki untuk bergerak. Aku sadar untuk melupakannya aku harus terus bergerak dan terus bergerak. Langkah kaki ini lah yang akan membawaku ke tempat-tempat baru dan melupakan semuanya tentang dia. Dan kelak, ketika aku sudah melupakannya, aku akan melihat tulisan-tulisan yang tertulis di blog ini sebagai sebuah pengingat; aku cukup kuat untuk melupakan. Tepat setelah tulisan ini terbit, aku akan melakukan perjalanan menelusuri tempat-tempat baru dan tentunya dengan suasana yang baru pula. Semoga.


Read More